OneStopVisaBali.com – Peneliti keamanan mengungkapkan bahwa peretas yang diduga bekerja untuk pemerintah Rusia memanfaatkan celah keamanan yang parah pada Microsoft Outlook Exchange Server. Tindakan ini bertujuan untuk menyusup ke dalam mesin yang tidak di-patch serta mencuri kredensial dan informasi rahasia lainnya. Serangan itu dikaitkan dengan kelompok yang dikenal dengan nama TA488, yang beroperasi atas nama Kremlin.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Proofpoint, kelompok ini juga dikenal sebagai Laundry Bear dan Void Blizzard. Mereka sebelumnya telah melancarkan serangan serupa dengan mengeksploitasi celah keamanan di layanan email Zimbra. Minggu lalu, Proofpoint bekerja sama dengan Badan Keamanan Nasional (NSA) untuk memperingatkan publik tentang aktivitas berbahaya yang dilakukan oleh TA488. Kini, pengungkapan bahwa mereka juga memanfaatkan kerentanan di Exchange Server untuk menginstal malware canggih hanya dengan membuka email dari akun Outlook Web Access (OWA) menunjukkan kemampuan dan tingkat ancaman yang meningkat dari kelompok ini.
“TA488 semakin memperkuat penggunaan eksploitasi ‘setengah-klik’, di mana membuka email sudah cukup untuk memicu kompromi, dengan mekanisme pemuatan dan teknik yang jauh lebih baik,” tulis peneliti dari Proofpoint. Mereka menambahkan bahwa alur infeksi baru ini berakhir dengan implantasi berbasis JavaScript yang dikenal sebagai OWAReaper, dirancang khusus untuk akses yang berkelanjutan di dalam OWA.
Pihak berwenang terus mengingatkan pengguna untuk segera memperbarui sistem mereka guna menghindari kemungkinan penyusupan lebih lanjut dari ancaman siber semacam ini.