Site icon OneStopVisaBali.com

Sinergi Sucofindo dan Sukawa Edupark Ciptakan Peternakan Berkelanjutan

OneStopVisaBali.com – PT SUCOFINDO (PERSERO) telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kolaborasi terbaru dengan Sukawa Edupark bertujuan untuk membangun pusat pelatihan dan edukasi peternakan kambing perah, yang menyasar pengelolaan peternakan dari hulu hingga hilir di Kaliangkrik, Magelang.

Kolaborasi Strategis untuk Pemberdayaan Masyarakat

Dalam proyek ini, fokus utama tidak hanya pada fasilitas fisik, melainkan juga pada peningkatan kapasitas masyarakat lokal serta kualitas pengelolaan peternakan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian lokal. Direktur Sumber Daya Manusia PT SUCOFINDO, Budi Utomo, menegaskan bahwa perusahaan BUMN ini bertanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Budi Utomo menjelaskan bahwa melalui program TJSL, perusahaan berupaya menghadirkan pemberdayaan jangka panjang yang dapat membangun kemandirian masyarakat. “Pengembangan pusat pelatihan ini adalah langkah strategis kami untuk mewujudkan misi tersebut,” ungkapnya.

Penerapan Standar Pengelolaan Permintaan

Dalam kolaborasi ini, PT SUCOFINDO juga berperan dalam penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pemeliharaan ternak. Penerapan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare menjadi elemen krusial dalam tata kelola peternakan yang etis dan terstandar. “Kesehatan ternak yang terjaga akan mendukung kualitas hasil produksi, seperti susu kambing,” tambah Budi Utomo.

Selain itu, perusahaan ini juga mendukung penyediaan fasilitas pengolahan susu kambing etawa. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat rantai nilai di tingkat hilir, memastikan bahwa seluruh proses, dari pemerahan hingga pengolahan produk, dilakukan secara sistematis dan higienis.

Dampak Program Terhadap Komunitas

Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO, Nuri Hidayat, menekankan pentingnya inisiatif ini dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. “Program ini dirancang tidak hanya untuk menyediakan sarana fisik, tetapi juga untuk menciptakan ruang belajar yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh lagi, Nuri menyoroti bahwa program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi. “Kami berharap dampak dari kolaborasi ini dapat meluas, melalui penerapan standar pengelolaan peternakan yang baik dan kesadaran akan pentingnya kesejahteraan hewan,” ujar Nuri.

Budi Utomo juga menambahkan, seluruh elemen masyarakat, termasuk peternak, akan mendapatkan manfaat langsung dari pusat pelatihan yang direncanakan. “Kehadiran pusat pelatihan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan peternakan berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Potensi Sebagai Kawasan Eduwisata

Kepala PT SUCOFINDO Cabang Semarang, Habib Krisna Wijaya, menyatakan bahwa Sukawa Edupark memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan eduwisata di Jawa Tengah. “Dengan memadukan etika pemeliharaan hewan dan edukasi masyarakat, kami berharap dapat menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” tuturnya.

“Sinergi melalui program TJSL ini diharapkan dapat menghasilkan dampak berganda, mulai dari peningkatan standar pengelolaan hingga kemandirian ekonomi masyarakat sekitar,” tutup Habib Krisna Wijaya.

Kesimpulan

Kolaborasi PT SUCOFINDO (PERSERO) dan Sukawa Edupark dalam pembangunan pusat pelatihan peternakan kambing perah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat. Dengan mendorong pengelolaan yang lebih baik dan prinsip kesejahteraan hewan, inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas peternakan tetapi juga berkontribusi pada kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

Exit mobile version